Iklan utama

Iklan utama

Iklan

Iklan

Diduga Pencemaran Lingkungan Puluhan Warga PasirnangkaTerserang Gatal Tak Kunjung Sembuh

Jurnal News Site
Thursday, April 12, 2018, April 12, 2018 WIB Last Updated 2018-04-12T14:01:30Z

CIANJUR, Jurnal News Site.
Sedikitnya 26 Warga RT. 01/RW. 13, Kampung Pasirnangka, Desa Sirnangalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa barat diserang penyakit kulit atau gatal – gatal.

Ironisnya, penyakit tersebut bukan hanya menyerang orang orang dewasa saja namun menyasar sampai ke anak – anak Balita.

Dari hasil investigasi  dilapangan, diduga hal tersebut terjadi akibat adanya pencemaran dari salah satu pabrik kulit yang ada diwilayah tersebut.

Menurut keterangan warga yang ditemui diakui bahwa setiap pagi cerobong pabrik tersebut mengeluarkan asap tebal. Kemungkinan kata warga, itulah penyebab yang menimbulkan penyakit gatal – gatal.

Kejadian ini, lanjut warga, mereka alami sudah berbulan – bulan lamanya. Parahnya lagi, didapati seorang Balita M. Azhar (4 bulan) diserang penyakit gatal – gatal ini disekujur badan, kepala dan tangan. Sangking parahnya, sampai – sampai tangan Balita ini mengelepuh, mengeluarkan cairan Nanah hingga di kepala.

Yayang, (22thn)  mengatakan, sejak diserang penyakit tersebut 6 bulan yang lalu, diakuinya sudah dua kali ia berobat ke Klinik bahkan kedokter.

Namun hasilnya nihil. Menurut dokter, kata Yayang, penyakit yang dideritanya penyebabnya hanya karena debu.

Yang menjadi pertanyaan pria ini, kalau penyebabnya hanya karena debu, seperti yang dikatakan dokter, tapi sulit disebuhkan. Anehnya lagi, katanya, setelah meminun obat penyakitnya sembuh, tapi setelah obatnya habis penyakitnya kambuh lagi. Jelas Yayang  dikediamannya Rabu (11/4/2018).seperti dikutip news metro.co

Seperti halnya Yayang, hal yang sama dialami juga oleh Dadang (48thn) tokoh masyarakat Desa setempat. Diakui tokoh masyarakat ini penyakit gatal-gatal tersebut dialami sejak 4 minggu yang lalu.

“Saya dan keluarga saya diserang penyakit gatal yang sangat parah sejak 4 minggu yang lalu, sekujur badan dan kaki saya bener-bener gatal bahkan sampai keluar darah saat saya garuk. Keluh tokoh masyatakat ini.

Dijelaskannya lagi bahwa penyakit gatal-gatal ini menyerang srdikitnya 26 orang lebih, mulai dari orang dewasa sampai ke Balita. Dadang mengatakan, kemungkinan musibah ini dampaknya dari asap pabrik kulit yang tiap paginya mengeluarkan Asap dari jerobong.

“Setiap pagi jerobong pabrik kulit itu mengeluarkan asap tebal, Asap juga suka dibarengi dengan bau yang sangat menyengat sampai membuat saya mual-mual. Beritupun yang dirasakan anak-anak sekolah PAUD yang ada disini. Mereka mengeluhkan bau
yang sangat menyengat tersebut, sampai – sampai membuat hidung mereka tersumbat, kata Dadang

Melihat kondisi ini Dadang sangat sedih, apalagi saat penyakitnya kambuh. Mereka tidak bisa berbuat apa – apa selain menangis. Dadang berharap agar masalah yang menimpah puluhan warga Kampung Pasirnangka ini secepatya ditangani Dinas terkait,”harapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cilaku, Yudiansyah yang di-informasikan perihal masalah ini, tanpa membuang waktu, bagaikan secepat kilat langsung turun ke-lokasi.

Setelah didata, Puluhan Warga yang terserang penyakit gatal – gatal langsung dilakukan tindakan medis oleh kepala Puskesmas tersebut. Selain itu, untuk mengetahui penyebab penyakit tersebut, Kepala Puskesmas dan tim medisnya memgambil sempel air dari beberapa sumur warga setempat.

Ketika ditanya  Kepala Puskesmas ini belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya penyakit tersebut. “Saat ini kita belum bisa menyimpulkan penyebab penyakit tersebut, kita membutuhkan waktu untuk menelitinya. ” pungkas Yudansyah Kepala Puskesmas Cilaku ini singkat.

Yang sangat disayangkan, saat masalah ini dikonfirmasi , terkesan hanya ditanggapi dingin oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Cianjur, Tresna Gumelar. Bahkan pada kesempatan tersebut seperti raja kecil ia menyuruh  untuk menayakan masalah penderitaan yang menimpah puluhan warga Kampung Pasirnangka, Desa Sirnangalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa barat kepada Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dr. Eva.

Anehnya lagi, saat akan ditemui lagi – lagi Kabid tersebut tidak berada diruang kerjanya.

Terkait dengan itu, muncul pertanyaan dari kalangan wartawan, apakah Kadis tersebut tidak mengetahui kalau saat itu bawahannya tersebut tidak berada didalam ruang kerjanya atau sebaliknya pura – pura tidak tau.

“Kalau jabatan seorang Kadis yang selama ini dipercayakan Bupati untuk melayani masyarakat sampai tidak mengetahui bawahnnya tidak berada didalam ruangan kerjanya saat jam kerja, maka kinerja Kadis tersebut patut dipertanyakan.” Jelas salah satu pengacara  yang saat itu kebetulan berada di gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. (DRI+AR)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga Pencemaran Lingkungan Puluhan Warga PasirnangkaTerserang Gatal Tak Kunjung Sembuh

Terkini

Topik Populer

Iklan