Cianjur, 11 Maret 2026 – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Bina Karya Bangsa (Binkara) yang berlokasi di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, terganggu oleh keberadaan sejumlah anjing yang berkeliaran bebas di depan area sekolah.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dari pihak sekolah, terutama terkait keamanan, kenyamanan siswa, serta kebersihan lingkungan sekolah. Terlebih lagi, lokasi sekolah berada berdekatan dengan kediaman seorang tokoh agama setempat.
Kepala Sekolah Binkara, Dede Komarudin, mengungkapkan bahwa keberadaan anjing-anjing tersebut sangat mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah.
“Ini adalah lingkungan pendidikan tempat para siswa belajar dan beraktivitas setiap hari. Selain masalah kebersihan yang menjijikkan, kami juga khawatir adanya potensi penyakit yang mungkin dibawa oleh hewan tersebut,” ujar Dede.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut sering menimbulkan kesalahpahaman bagi tamu yang datang ke sekolah.
“Banyak tamu yang datang mengira anjing-anjing itu milik sekolah, padahal bukan. Hal ini tentu merugikan nama baik institusi kami,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Wangunjaya, Aipda Teten Jaelani, menyatakan akan segera mengambil langkah persuasif dengan mendatangi pemilik hewan tersebut.
“Kami akan segera mendatangi pemilik anjing untuk memberikan teguran dan arahan. Jika memang dipelihara, kami minta agar anjing-anjing tersebut diikat atau dikandangkan agar tidak berkeliaran dan mengganggu ketertiban umum di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Desa Wangunjaya dapat segera turun tangan untuk memediasi persoalan tersebut. Keberadaan hewan peliharaan yang dibiarkan berkeliaran di area publik, terutama di dekat fasilitas pendidikan dan lingkungan masyarakat, dinilai perlu mendapat perhatian serius agar kenyamanan dan ketertiban warga tetap terjaga.
(Surya Daputra / Jurnal News Site)



