Jawa Barat,-Jurnal News Site
H. Oden Haryadi, S.H., M.H. menghadiri kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) pada Kamis, 09 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa UIN serta dihadiri langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, turut dilibatkan seluruh Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga. Kehadiran para anggota legislatif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kalangan akademisi.
Dr. Wihaji, yang juga merupakan kader Partai Golkar, diketahui resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Wihaji menyampaikan berbagai program strategis pemerintah yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, serta penguatan ketahanan keluarga dari hulu hingga hilir, mulai dari calon pengantin hingga lansia.
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kuliah umum ini adalah untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait pentingnya pembangunan kependudukan dan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan dunia pendidikan dalam mendukung program nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
H. Oden Haryadi, S.H., M.H. menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami peran generasi muda dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menciptakan keluarga berkualitas dan generasi unggul di masa depan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari para mahasiswa yang hadir, serta diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju melalui pembangunan keluarga dan kependudukan yang berkelanjutan.





