Reporter: surya saputra
Cianjur-Jurnal News Site
Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina bermuatan sekitar 24.000 liter Pertalite terbakar di Jalan Raya Cianjur–Sukabumi, tepatnya di Kampung Cijoho, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kebakaran sempat membuat warga dan para pengendara yang melintas panik. Bahkan, terdengar dua kali suara ledakan dari bagian belakang kendaraan sehingga masyarakat berhamburan menjauh untuk menghindari kemungkinan terjadinya ledakan yang lebih besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap pertama kali muncul dari bagian ban belakang sebelah kanan truk. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mulai membakar bagian belakang tangki.
Mengetahui kendaraannya terbakar, sopir segera menepikan truk ke pinggir jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan diri, sementara arus kendaraan dari kedua arah sempat terhenti karena pengendara memilih menjauh dari lokasi kejadian.
Asep (50), warga setempat, mengatakan kepulan asap hitam terlihat jelas sebelum api membesar.
"Awalnya terlihat asap hitam dari belakang truk, lalu langsung muncul kobaran api. Karena takut terjadi ledakan seperti kejadian truk tangki di Pasirhayam beberapa waktu lalu, warga dan pengendara langsung berlarian menjauh," ujarnya.
Menurut Asep, sopir dan kernet sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, alat tersebut tidak dapat berfungsi sehingga keduanya mencoba menyiram api menggunakan air dari sungai yang berada di sekitar lokasi.
"APAR sempat dikeluarkan, tetapi tidak berfungsi. Setelah itu mereka mengambil air sungai untuk menyiram api. Namun karena api semakin besar, sopir dan kernet akhirnya menyelamatkan diri," katanya.
Sementara itu, sopir truk, Niko (36), mengaku baru mengetahui kendaraannya terbakar setelah mendengar dua kali suara ledakan dari bagian belakang.
"Saya mendengar dua kali ledakan. Setelah berhenti dan melihat ke belakang, api sudah membakar ban kanan belakang hingga menjalar ke bagian belakang tangki," ungkapnya.
Ia menjelaskan, truk bernomor polisi B 9796 SEI tersebut mengangkut sekitar 24.000 liter BBM jenis Pertalite yang akan didistribusikan dari Padalarang menuju Sukabumi.
Proses pemadaman melibatkan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil Water Cannon dari kepolisian. Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Reki, mengatakan proses pemadaman dilakukan menggunakan campuran air dan cairan pembentuk busa agar api yang dipicu bahan bakar dapat segera dikendalikan.
"Kami menggunakan cairan khusus yang dicampur air untuk menghasilkan busa, karena dikhawatirkan api sudah mengenai BBM. Cara ini lebih efektif untuk memadamkan kebakaran pada tangki bahan bakar," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Cianjur, , mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
Fokus petugas di lapangan adalah memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan aman," ujarnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan di jalur nasional Cianjur–Sukabumi selama proses penanganan berlangsung.





