CIANJUR — Jurnal News Site
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh menggelar pelantikan dan pengukuhan pengurus periode 2026–2029, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh, Kompleks Bumi Taman Cibodas RAIS, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengusung tema “Amanah, Kolaboratif, Profesional, Islami.”
Acara tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Sirnagalih, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cilaku,KH.Ucu Barnas.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Iwan Sihabudin Sofwani, S.Ag., M.H Kecamatan Cilaku, pengurus DKM periode 2026–2029, pengurus DKM sebelumnya, tokoh masyarakat, serta unsur karang taruna.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Acara diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Pemerintah Desa Sirnagalih, dilanjutkan pembacaan surat keputusan Kepala Desa Sirnagalih, Sugilar, serta sambutan dari kepala KUA, Ketua MUI Kecamatan Cilaku, amanat pengurus DKM sebelumnya, dan penyampaian sambutan Ketua DKM terpilih.
Pelantikan dan pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepengurusan sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan keagamaan, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, H. Raden Oden Cecep Hidayat, Ketua DKM periode sebelumnya, menyampaikan pesan kepada pengurus baru agar mampu melanjutkan berbagai hal baik yang telah dikerjakan selama kepengurusan sebelumnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program, mengevaluasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki, serta meninggalkan kebiasaan atau program yang sudah tidak relevan untuk kemudian digantikan dengan gagasan baru yang lebih baik.
“Apa yang sudah lama dikerjakan, yang baiknya diteruskan. Sementara yang masih kurang, perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Pengurus baru harus mampu menghadirkan pembaruan demi kemajuan masjid,” pesannya.
Menurutnya, amanah kepengurusan DKM bukan hanya tanggung jawab ketua, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengurus. Karena itu, kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dengan jemaah menjadi hal penting dalam menjalankan roda organisasi.
Ia juga berharap pengurus baru dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta menjadikan Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh semakin makmur dan bermanfaat bagi seluruh umat.
Dalam sambutannya, Ketua DKM terpilih M.Ali Nurzen alias Ki Buyung menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan pengurus pada Jumat yang penuh berkah tersebut.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh.
“Alhamdulillah, pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, pelantikan pengurus DKM Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh periode 2026–2029 dapat terlaksana. Semoga dengan adanya kepengurusan yang baru ini, ke depan masjid semakin makmur dan jemaah semakin kompak,” ungkapnya.
Menurutnya, pengurus DKM yang baru diharapkan dapat menjalankan berbagai program kemasjidan sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat. Program tersebut perlu disusun berdasarkan skala prioritas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Salah satu program prioritas jangka pendek yang direncanakan adalah menyelenggarakan pengajian rutin bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kalangan anak-anak dan generasi muda hingga kaum ibu dan bapak.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masjid semakin aktif menjadi tempat pembinaan akhlak, peningkatan pemahaman agama, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat
Ki Buyung juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh unsur kepengurusan, mulai dari ketua umum, sekretaris, bendahara, hingga bidang-bidang lainnya yang telah disusun dalam struktur organisasi.
Menurutnya, keberhasilan program DKM tidak hanya bergantung pada ketua, tetapi membutuhkan kekompakan, komunikasi, dan partisipasi seluruh pengurus serta dukungan jemaah.
Tema “Amanah, Kolaboratif, Profesional, Islami” diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pengurus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab selama masa kepengurusan 2026–2029.
Nilai amanah menjadi pengingat agar setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kolaborasi diperlukan untuk membangun kebersamaan, sedangkan profesionalisme menjadi landasan dalam mengelola kegiatan dan program masjid. Seluruh upaya tersebut diharapkan tetap berpedoman pada nilai-nilai Islam.
Dukungan dari pemerintah desa, unsur keagamaan, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh jemaah juga diharapkan mampu memperkuat keberlangsungan program-program DKM.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Masjid Jami’ Riyadhul Abyadh diharapkan semakin berkembang, tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran Islam, pembinaan generasi muda, serta penguatan kepedulian sosial masyarakat.
Pelantikan ini sekaligus menjadi awal bagi pengurus DKM periode 2026–2029 untuk merealisasikan program kerja secara bertahap, terarah, dan berkelanjutan demi kemakmuran masjid serta kemaslahatan umat.
Reporter: Asep Ridwan
Jurnal News Site






















