PALEMBANG -Jurnal News Site Pemasangan KWH meter PLN di dua lokasi gudang strategis di Palembang dan Ogan Ilir hingga kini terkendala perluasan jaringan.
Dua lokasi tersebut adalah Gudang Dedak Merang Padi milik H. Firdaus CV Mura di Jalan Lintas Timur, Tol Pemulutan, Ogan Ilir, dan Gudang Beras PT Perum Bulog di Jalan Kolonel H. Burlian, Palembang.
Kedua gudang tersebut membutuhkan daya besar, namun hasil survei di lapangan menunjukkan daya transformator atau trafo distribusi eksisting di lokasi tidak mencukupi, sehingga harus dilakukan perluasan jaringan dan penambahan trafo.
Padahal, kebutuhan listrik di kedua gudang sangat mendesak karena menjadi bagian dari program pemerintah terkait pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.
Pengelola kedua gudang berharap pihak PLN UP3 Palembang dapat melakukan meeting atau evaluasi bersama terhadap kondisi trafo eksisting di kedua lokasi untuk mengetahui pasti berapa daya sisa Eksisting di lokasi.
"Kami berharap PLN bisa cek lagi trafo eksisting. Siapa tahu tidak perlu penambahan trafo yang besar. Bisa jadi cukup dengan pemerataan beban atau rotasi trafo kecil saja," ungkap pengelola gudang.
Apabila evaluasi tersebut berhasil, langkah ini dinilai dapat mengurangi beban PLN UP3 Palembang dalam memenuhi permintaan pelanggan.
Berdasarkan informasi di lapangan, saat ini terdapat sekitar 400 lebih daftar tunggu pelanggan yang sudah melakukan penyetoran melalui PPOB namun belum bisa direalisasikan karena membutuhkan perluasan jaringan namun terkendala material trafo dan lainnya.
Untuk diketahui, Gudang Dedak Padi H. Firdaus berada di wilayah kerja ULP PLN Ampera, sedangkan Gudang Bulog berada di Jalan Kolonel H. Burlian, persis di samping Kantor PLN ULP Sukarame Palembang.
Pihak pengelola berharap kedua lokasi tersebut dapat segera dipasang aliran listrik mengingat perannya yang vital dalam mendukung program pemerintah. Demikian terimakasih, ucap nya.
Tim Jurnal news site. SS/;plg



