Iklan utama

Iklan utama

Iklan

Iklan

BIAYA OPERASIONAL PENDISTRIBUSIAN BANSOS GUBERNUR MENGGUNAKAN JASA OJOL DAN JASA DESA TIDAK SAMA, KENAPA?

Jurnal News Site
Wednesday, June 10, 2020, June 10, 2020 WIB Last Updated 2020-06-11T04:33:37Z

Sukabumi,jurnalnewssite.net
Bantuan Sosial Sembako plus uang senilai seratus lima puluh ribu untuk masyarakat yang berhak mendapatkan telah bergulir, berbagai mekanisme penyalurannya pun beragam mulai dari menggunakan jasa ojek online atau sering disebut ojol ada juga yang menggunakan mekanisme dibagikan di setiap ke RW an masing-masing desa.

Dalam hal penyaluran tidak terlepas dengan biaya operasional atau biaya distribusi, untuk itu tim awak media mendatangi kantor Pos Indonesia Sukabumi yang beralamat di  Jl. A.Yani No. 42 Nyomplong Kota Sukabumi Jawa Barat pukul 19:30. Berdasarkan hasil keterangan yang kami rangkum bersumber dari Satgas covid-19 bantuan gubernur PT. Pos Indonesia yaitu Fajar menerangkan kepada awak media bahwa mekanisme biaya operasional di serahkan kepada tiap-tiap kantor pos di wilayah, pagu anggaran operasional untuk distribusi berpatokan dengan pagu menggunakan layanan jasa ojol yaitu sebelas ribu rupiah per paket. Apabila pihak desa atau kelurahan yang mendistribusikan langsung kepada masyarakat serta langsung memasukkan data penerima ke sistem mempergunakan PHL pagu anggaran operasional untuk distribusi bisa sebelas ribu per paket, menurutnya desa bisa mengajukan keberatan apabila biaya operasional distribusi dianggap kurang. Selasa, (09/06/20).

"Mekanismenya kita serahkan ke teman-teman dilapangkan, yang kita akomodir itu biaya distribusi ya kita hitung CBA nya berapa, kita tidak bicara, kalau jatuhnya perpaket bisa, pagunya bisa karena kita lihat operasionalnya saja misalnya biaya apa saja sih yang harus dikeluarkan? Satu distribusi barang, titik ambil misalnya kita sewa gudang, ke kecamatan misalnya kita sewa misalnya ya, itu biayanya berapa, kita hitunglah CBA nya jadi bisa jatuh tergantung di wilayah, karena kebutuhannya tidak sama operasionalnya antara wilayah Cisaat dan di Jampang kebutuhannya cuma kita estimasi biaya diangka misalnya di sebelas ribu ojol ini ya, biaya ojol kan sebelas ribu per paket silahkan karena kalau kita yang namanya sebelas ribu itu sampai ke sistem ditembak langsung muncul si penerimanya, itu pada prinsipnya kita arahnya seperti itu, karena biaya operasional kita hitung CBA nya tergantung kebutuhan. Jadi ada saja misalnya dari masing-masing wilayah itu misalnya biaya distribusi sebagian oleh kantor pos nya yang penting biaya gudangnya misalnya kita dari kantor pos Cisaat misalnya, mengeluarkan biaya sewa gudang misalnya di kecamatan untuk biaya kebersihan, apa silahkan lah karena kita akan di bom oleh Bulog kita harus siap dengan kesepakatan" ungkapnya.

Saat diwawancarai terkait biaya operasional untuk distribusi bansos sembako yang pagu anggarannya berbeda-beda antara wilayah satu dengan yang lainnya, pihak Pos Indonesia melalui Fajar menjawab.

"Intinya gini biaya operasional tergantung kebutuhan tidak dalam katagori harus sekian sebelas ribu, tidak ya kita tidak. Tapi kalau di kota aja kita memakai estimasi kota pakai biaya ojol misalnya sebelas ribu sampai posisi di sistem naik artinya dibarkode itu kan ada foto kalau kita tembak barcode harus ada foto. Mau menggunakan kelurahan (desa) silahkan artinya untuk percepatan cuma nanti dari sana itu harus dikumpulkan di semi komunitas itu adanya dimana, di RW karena kita menghindari PSBB jadi kadang kadang teman-teman itu kita pagu misalnya kalau biaya ojolnya sekian sampai beres coba kalau di kecamatan bisa ga di estimasikan seperti itu.
Kebutuhan itu estimasinya jarak jadi kita tidak bisa disamakan itu masalahnya, jadi yang tau persis masalah biaya yang tau persi itu tergantung wilayah." Jawabanya.

Saat diwawancarai terkait perbedaan jarak dimana misalnya Cibadak yang jangkauannya tidak terlalu jauh, biaya operasionalnya cukup besar yaitu Rp. 10.000 per paket sedangkan petugas dari desa lain yang jangkauannya susah biaya distribusi untuk operasionalnya kecil seperti untuk desa-desa di kecamatan Cicantayan, Cikembar dan yang lainnya.

"Memang sih, Makanya seperti yang saya bilang tadi kalau memang itu estimasi biaya itu kan tergantung kebutuhan kita hitung juga dengan kelurahan (desa) karena memang agak beratnya di biaya operasional untuk ke sistem, jadi begini kita bukan hanya mengantarkan saja itu kalau mau di sama kan dengan ojol silahkan tapi posisinya harus naik kesistem, karena kalau dibayarnya di desa ini rata-rata ini tidak langsung naik keatas, jadi kita lah yang mempergunakan PHL nya untuk distribusi, misalnya hp ini ada dua hp kita foto yang manual masukin kesistem barcodenya ditembak dua kali, itu setiap hari harus begitu.
Sebetulnya itu kewenangan dari teman-teman artinya kita kasih CBA gitu, biaya distribusi berapa yang penting desa tidak diberatkan, Kalau desa misalnya tidak mau bilang aja 'pak ini saya keberatan' silahkan saja dirundingkan" ungkapnya.

Hal semacam ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar desa yang mana mereka bekerja mendistribusikan BANSOS tapi biaya operasional distribusinya berbeda-beda.
Pihak kantor pos Indonesia yang berada di Sukabumi berjanji akan memperbaiki sistem pelaporan dan sistem pembiayaannya agar kedepannya lebih baik lagi.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BIAYA OPERASIONAL PENDISTRIBUSIAN BANSOS GUBERNUR MENGGUNAKAN JASA OJOL DAN JASA DESA TIDAK SAMA, KENAPA?

Terkini

Topik Populer

Iklan