Iklan utama

Iklan utama

Iklan

Iklan

SEMANGAT BARU MEMBANGKITKAN GAIRAH BELAJAR DAN MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PASCA PANDEMI COVID-19

Jurnal News Site
Monday, February 7, 2022, February 07, 2022 WIB Last Updated 2022-02-07T15:04:55Z


Oleh : Asep Halimurosid
Guru PAI pada SDN Hegarmanah Kec. Cugenang Kab. Cianjur
Selasa, 01 Februari 2022

Pembelajaran selama lebih kurang 2 tahun belakangan ini berlangsung secara daring (dalam jaringan) atau PTM secara terbatas, hal ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), yang diterbitkan Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim terkait belajar dari rumah. 

Mendikbud menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.  

Mendikbud mengajurkan bagi daerah yang sudah melakukan belajar dari rumah agar dipastikan guru juga mengajar dari rumah untuk menjaga keamanan para guru. Dalam edaran itu menyatakan bahwa pembelajaran daring/jarak jauh difokuskan pada peningkatan pemahaman siswa mengenai virus korona dan wabah Covid-19. 

Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. 
Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif. 

Walaupun banyak sekolah menerapkan belajar dari rumah, bukan berarti guru hanya memberikan pekerjaan saja kepada peserta didik, tetapi juga ikut berinteraksi dan berkomunikasi membantu peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas mereka. 

Guru tetap perlu berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya meskipun tidak dari dalam ruang kelas. Seolah-olah semua berjalan baik-baik saja, dari pembelajaran daring dan luring 50 persen, penugasan melalui internet, zoom dan whatsApp group dan lain-lain. 

Namun saat pembelajaran Tatap muka digulirkan pada pertengahan semester 1, kami tersentak dengan  kondisi peserta didik yang “berubah”, perubahan tersebut ada pada preseden positif dan juga preseden negatif. Mengatur strategi,membuat perencanaan dan membuat resulusi mengajar untuk dilakukan pada saat pembelajaran tatap muka 100 persen dilakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2021-2022 yang dimulai pada awal januari 2022. Hal ini mungkin berlaku secara nasional, maka diilakukankan pula di sekolah dasar negeri hegarmanah cianjur.

Kegiatan pembelajaran merupakan aktivitas rutin guru yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Tahun baru 2022 merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan gairah belajar meningkatkan pendidikan karakter peserta didik pasca pandemi covid-19, diawal pembelajaran semester 2, segudang kegiatan menunggu dengan penjadwalan yang padat. 

Berpijak dari hasil evaluasi pendidikan atau Penilaian Akhir semester (PAT) dan keputusan rapat guru, maka mengelorakan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, diantaranya: 

Menyukseskan vaksinasi usia 6 - 11 tahun
Dilansir dari web.cianjurkab.go.id (31/1/2022), Pemerintah Kabupaten Cianjur genjot percepatan Program Vaksin Covid-19 bagi anak-anak usia 6-11 Tahun dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Cianjur H. Herman Suherman saat melakukan monitoring pelaksananaan layanan vaksin yang digelar di beberapa Sekolah Dasar Pemerintah kabupaten Cianjur dalam presentasi hasil vaksinasi sudah mencapai target nasional 70persen bahkan sampai saat ini melebihi target dan mencapai 74persen, serta penyebaran Covid-19 hampir 3 bulan ini sudah zero kasus Covid-19. 

Bupati Cianjur berpesan jangan sampai kendor dan terlena karena Covid-19 ini masih ada dan harus waspada, bahkan sekarang sudah muncul lagi varian baru Omicron. di Indonesia sekarang sudah hampir 800 orang yang terkena virus Covid-19 varian baru Omicron, Bupati menyampaikan jangan sampai panik karena penyakit varian baru ini seperti flu, batuk, panas dingin hati-hati jangan sampai menganggap sepele penyakit varian baru ini. 

Tentunya kita harus tetap jaga protokol kesehatan dan laksanakan segera vaksinasi bagi yang belum divaksin, untuk target vaksinasi anak Pemerintah Kabupaten canjur menargetkan tanggal 20 Januari 2022 sudah selesai. Target vaksinasi ini tiada lain untuk menjaga kondisi badan agar bisa kuat terhadap berbagai penyakit, karena kalau sudah sehat dan kuat tidak ada lagi Covid-19 ekonomi di Kabupaten Cianjur akan bangkit dan kalau ekonomi sudah bangkit Pemerintah kabupaten Cianjur bisa membangun kembali. 

Begitu pula dengan sekolah melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kecamatan. Hal ini dilakukan bekerjasama antara pihak sekolah, dinas kesehatan dalam hal ini melalui puskesmas, babinmas, kepala desa dan satgas covid tingkat desa dengan capaian 86,40persen, ini dilakukan semata-mata ikhtiar sehat dan memenuhi prasyarat melaksanakan pembelajaran tatap muka seratus prosen yang merupakan impian yang diidam-idamkan semua pihak baik sekolah, peserta didik dan masyarakat.

Memotivasi peserta didik dan menggiatkan pembiasaan baik
Pasca pandemi covid-19 motivasi peserta didik seolah-olah terlena dengan pembelajaran dalam jaringan (daring), peserta didik sering berinteraksi dengan handphone sehingga interaksi dengan buku dan sesamanya, karena mengingat usia sekolah dasar perkembangan fisik dan psikisnya butuh “main” tentunya keseimbangan dengan . 

Hal-hal negatif dari terlalu lama berinteraksi dengan hp (gadget), sebagaimana ditulis suaramerdeka.com (19/11/2019), bahwa Selain memiliki dampak positif ternyata gadget juga memiliki dampak negatif antara lain adalah seperti kecanduan game online pada anak Sekolah Dasar, membuat anak lambat dalam memahami pelajaran, dan juga bisa menyebabkan resiko terkena radiasi karena terlalu sering main gadget dan terlalu dekat dengan mata. Dengan adanya dampak negatif dalam penggunaan gadget terhadap anak SD, juga terdapat solusi untuk mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Memberikan contoh yang baik kepada anak, dan jangan terlalu memanjakan anak. Orang tua juga sangat berperan penting dalam pengawasan anak pada saat dirumah, contohnya seperti selalu mendampingi anak pada saat bermain gadget dan membatasi waktu anak dalam bermain game, agar anak tahu waktu untuk bermain dan belajar, selalu mengajarkan anak untuk penggunaan gadget yang benar adalah sesuai kebutuhannya saja, agar tidak salah dalam menggunakannya, selalu memastikan bahwa anak menggunakan gadget untuk hal-hal yang positif saja, misalnya untuk mencari materi di internet. 

Guru juga sangat berperan penting dalam pengawasan anak pada saat disekolah, contohnya seperti memilihkan game yang baik untuk anak (game yang bersifat mendidik), memberikan durasi pada saat bermain game, mengajak anak untuk beraktivitas tanpa menggunakan gadget.

Hal tersebut juga berimbas pada karakter peserta didik yang berubah, pengaruh gadget sangat signifikan anak menjadi pendiam, sulit berkomunikasi kadang sampai susah disuruh oleh orang tua dan yang cukup mengerikan keluarnya kata-kata kotor dari mulut anak. Sehingga guru memerlukan metode dan pemberian tugas kepada peserta didik untuk dapat menghindari ketergantungan terhadap hp. Pembiasan-pembiasaan seperti; 5S (Senyum, salam, sapa, sopan dan santun) kembali di giatkan, membuang sampah pada tempatnya, prosedur covid – 19 dengan membawa bekal dari rumah, makan sambil duduk. 

Hal itu dilakukan dengan reward (penghargaan) dan funishmen (Hukuman/sanksi) sesuai dengan kesepakatan dan mendidik serta melakukan pengawasan yang melekat dan contoh yang baik dari guru terlebih dahulu, Sholat dhuha dan pembacaan sholawat, asmaul husna dan alquran di awal atau di akhir pembelajaran. Semua dilakukan dengan harapan mampu merubah dan menjadikan kebiasaan itu menjadi akhlak, dimana akhlak menurut imam ghozali adalah sesuatu perbuatan yang dilakukan secara spontan karena sudah merupakan kebiasaan. 

Sebagaimana tertulis dalam Kitab ihya ‘ulumudin Imam Al-Ghazali ra,menerangkan ciri-ciri orang yang berakhlak mulia. Disebutkan dalam kitabnya itu, beberapa ciri orang berakhlak mulia, seperti:  Merasa malu melakukan perbuatan buruk, tidak menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain, selalu bersikap baik kepada orang lain, selalu berkata jujur, tidak banyak bicara, banyak berkarya, sedikit melakukan kesalahan. 

Tidak banyak melakukan berlebih-lebihan, baik dalam perkatan maupun perbuatan, menyambung tali silaturrahmi, respek atau menghormati orang lain, baik yang masih muda maupun yang sudah tua usianya, memelihara diri dari perbuatan dosa dan maksiat, kasih sayang terhadap sesama makhluk dan lain-lain.

3.Menggiatkan literasi
Seperti ditulis dalam web resmi Kementerian Koodinasi Pembangunan manusia dan kebudayaan republik indinesia (KEMENKO PMK), Sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sangat diperlukan jelang Indonesia Emas pada tahun 2045.

Ada tiga aspek yang harus dipenuhi untuk mewujudkan SDM mumpuni, yaitu literasi dasar, karakter, dan kompetensi. Persoalan literasi masih menjadi hal yang harus dibenahi di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Dan kondisi peserta didik yang mengalami penurunan kemampuan membaca dan semangat menggali ilmu melalui buku pasca pandemic covid-19, padahal buku adalah kuncinya ilmu untuk menguasai dunia. 

Hal senada terungkap dalam Focus Group Discussion tentang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia bidang pendidikan kabupaten Cianjur yang digagas oleh Kantor kementerian agama kabupaten cianjur bekerjasama dengan dewan pendidikan kabupaten Cianjur, bahwa Indeks Pembangunan Manusia kabupaten Cianjur masih berada di bawah posisinya di provinsi Jawa Barat. 

keutamaan membaca dalam Islam ? Wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah perintah membaca (iqra). Bagi beberapa orang, membaca bisa jadi hal yang membosankan. Padahal, membaca bisa jadi kegiatan yang menyenangkan, terlebih bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al-Alaq: 1)
Membaca memiliki peranan yang sangat penting dalam peradaban Islam. Sejarah mencatat bagaimana puncak kejayaan peradaban Islam di masa lalu bisa dicapai karena hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan. Tentunya ini bisa terjadi karena umat Islam dulu rajin membaca. 

Tanpa membaca, tak akan ada inovasi-inovasi sains seperti yang kita ketahui sekarang. Beberapa keutamaan membaca selain yang disebutkan di atas diantaranya : “gizi” penting bagi ketentraman jiwa, membaca menghimpun pengetahuan, meninggikan derajat, melanglang buana tanpa keluar rumah, dan keutamaan membaca untuk menyehatkan pikiran. 

Berbekal dari data tersebut beberapa agenda dilaksanakan secara bertahap diantaranya: fokus dalam membaca dan berhitung (calistung) untuk semua jenjang dengan membiasakan membaca bersama-sama atau klasikal 5 menit sebelum pembelajaran berlangsung bagi peserta didik yang sudah mampu membaca, yang belum lancar dan mampu membaca dibimbing langsung oleh guru. 

Salah satu gagasan agar peserta didik mau masuk dan membaca di perpustakaan sekolah dengan berinovasi yaitu memodifikasi perpustakaan sekolah menjadi Warung Literasi.

 Orientasinya memberikan kenyamanan untuk peserta didik untuk membaca dan meminimalisir peserta didik untuk jajan sembarangan waktu istirahat (jeda pembelajaran). Sistem yang dilakukan adalah peserta didik boleh memilih makanan atau minuman yang diinginkan, membayarnya dengan cara membaca buku atau sehelai dua helai buku sesuai nominal makanan yang diinginkan. Progres ini dilaksanakan secara bertahap karena pendanaan yang masih belum mumpuni. 

Selain itu ada pengumpulan hasil karya peserta didik di masing-masing kelas dengan ending dijadikan antologi atau kumpulan karya peserta didik secara mandiri oleh sekolah sebagai reward atas prestasi peserta didik. 
Kembali merutinkan kegiatan olahraga dan pramuka secara berkala agar memupuk komunikasi dan sosialisasi peserta didik, guru dan masyarakat dengan harapan mampu megikis kebiasaan memegang gadget. 
 
Mempersiapkan keikutsertaan peserta didik dalam peningkatan mutu. 
Pembelajaran pada semester 2 merupakan bulan-bulan sibuk bagi seluruh civitas akademika di kabupaten cianjur.

 Pekan Kreativitas Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (PENTAS PAI SD) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional jenjang sekolah dasar( FLS2N) adalah agenda rutin setiap tahunnya.

 Maka untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut guru mempersiapkan semuanya sesuai kemampuan dan kesiapan peserta didik, dimana Pentas PAI terdiri dari lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), Pidato PAI (Pildacil), Adzan, Kesempurnaan Bacaan dan Gerakan Shalat (KBGS), Qasidah Rebana, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Kaligrafi, dan Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ). 


Dalam musyawarah Wilayah Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Jenjang Sekolah Dasar tingkat provinsi Jawa barat di aula kemenag kab. Sumedang Kepala bidang PAI Provinsi Jawa Barat (22/01/2022), mengemukakan Profesi guru dituntut untuk melaksanakan tugas secara professional, KKG PAI merupakan organisasi mitra dengan Pemda (Disdik) dan kemitraan secara luas, Guru PAI mengembangkan amanah untuk mencerdaskan peserta didik dari segi pengetahuan dan keagamaan sehingga dapat mengantarkan anak selamat dunia dan akhirat, Guru PAI dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan adanya perubahan kurikulum prototipe yang sudah mulai diimplementasikan pada sekolah penggerak sebagai pilot project perubahan kurikulum tersebut. 

Lebih lanjut pak Abudin menjelaskan KKG PAI harus dijalankan secara profesional untuk mengantarkan guru PAI lainnya dalam hal pemenuhan hak-hak nya dan pengembangan kompetensi, KKG PAI harus mendukung dan melaksanakan program-program Kementerian Agama, diantaranya yaitu: 1) Penguatan Modernisasi Beragama, 2) Transformasi Digital, 3) Revitalisasi Kantor Kemenag, 4) Indeks Pembangunan manusia dan mendukung Kegiatan Pentas PAI. 

Senada dengan Kabid PAi, Kepala Kemenag Kab. Sumedang menguraikan bahwa Posisi GPAI sangat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dari segi keagamaan, khususnya dalam perbaikan moral/akhlak peserta didik, GPAI harus memiliki misi untuk menciptakan peserta didik yang cerdas dan berakhlak mulia, sehingga tidak ada lagi kesenjangan moral di tengah tengah masyarakat, Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi pola dan perkembangan anak. 

Sehingga Pentas pai merupakan ikhiar untuk mengembangkan dan menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan penterjemahan yang beerbeda-beda sesuai kemampuan sekolah. 

Pentas PAI dilakukan dengan kombinasi luring dan daring. Hal tersebut memerlukan kesiapan baik sumber daya manusia dan sumber daya informasi dan teknologi agar menggugah guru pai untuk melek IT.

FLS2N jenjang sekolah dasar terdiri dari A. Cabang Lomba Seni Nasional,terdiri dari; 1. Menyanyi Solo, 2. Tari Kreasi, 3. Gambar Bercerita, dan 4. Kriya Menganyam. B. Cabang Seni Tradisional, terdiri dari : 1. Nembang Pupuh, 2. Ngadongeng, 3. Biantara dan 4. Nulis Carita pondok. Seperti dilansir dari kompas.com  Di tengah masa pandemi, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek berkomitmen menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2021, secara daring, mengangkat tema “Seni Pulihkan Negeri”. 

Melalui tema ini, FLS2N 2021 diharapkan mampu memantik semangat tanpa lelah para siswa untuk terus berjuang dan terus berdiri tegak menghadapai Covid-19 dengan berkesenian. “Selamat kepada adik-adik yang terus berprestasi di tengah pandemi ini. 

Lanjutkan prestasi kalian. Jadikan seni sebagai gaya hidup kalian dan sebagai pegangan kalian untuk berkembang,” terang Sesjen Suharti dalam sambutan pembukaan FLS2N 2021 (31/8/2021). 

Suharti juga mengapresiasi semua pihak termasuk guru, pembimbing, orangtua, dan Puspresnas yang terus berupaya menemukan talenta-talenta generasi muda yang akan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

 Ia menambahkan, seni merupakan aktualisasi diri yang tidak muncul dengan sendirinya. Menurutnya, seni harus digali dan dijadikan sebagai gaya hidup dan menjadi pegangan untuk terus berkembang. 

Untuk tahun 2022 belum ada juknis di tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan pembahasannya dalam rapat koordinasi selanjutnya.

Dukungan para penentu kebijakan yang begitu kuat, memberikan motivasi terhadap guru pendidikan agama maupun guru kelas dan guru-guru lainnya di bidang seni untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri dalam meningkatkan mutu pendidikan peserta didik agar mampu tampil maksimal dalam semua cabang lomba, baik Pentas PAI maupun FLS2N. Hal ini memerlukan penjadwalan dan perencanaan yang matang, agar dapat mengikuti dan pelaksanaannya berjalan lancar. 

Guru diharapkan memiliki kreativitas dalam melaksanakan semua itu, sebagaimana pengertian kreativitas merupakan suatu istilah yang berhubungan dengan upaya meningkatkan daya fikir atau gagasan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. 

Dengan kreativitas diharapkan pelaksanaan suatu aktivitas lebih bersifat aktif dinamis menggairahkan dan pada akhirnya megarah pada pencapaian kualitas hasil yang diharapkan (Iskandar Agung 2010:3). 

Kreativitas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan bahwa adalah kemampuan untuk mencipta / daya cipta (Depdiknas 2007:599). 

Jadi, kreativitas adalah suatu daya cipta yang dibentuk oleh orang itu sendiri. Kreativitas bagi seorang guru sangat dibutuhkan guna menemukan cara-cara baru, terutama di dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama pada peserta didik. 

Kreativitas yang dimaksud adalah kemampuan untuk menemukan cara-cara baru bagi pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, seni sastra, atau bagi yang berkesempatan, meskipun untuk orang lain merupakan hal yang tidak begitu asing lagi (Febe Chen, 2010:18). 

Kreativitas guru dalam pembelajaran dapat dilihat dari penerapan berbagai metode pembelajaran yang menarik. Sama halnya dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran juga harus diterapkan sesuai dengan materi pembelajaran agar memudahkan peserta didik untuk memahami materi tersebut. 

Metode pembelajaran adalah cara sistematis dalam bentuk konkret berupa langkah-langkah untuk mengefektifkan pelaksanaan suatu pembelajaran. 

Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Iskandar wassid dan Sunendar (2011, hlm. 56) yang mengatakan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau ditentukan. 

Sementara itu, Sutikno (2014, hlm. 33) berpendapat bahwa pengertian “metode” secara harfiah berarti “cara”, metode adalah suatu cara atau prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja sistematis yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran berupa implementasi spesifik langkah-langkah konkret agar terjadi proses pembelajaran yang efektif mencapai suatu tujuan tertentu seperti perubahan positif pada peserta didik.

Beberapa fakta hasil pengamatan dan pengalaman, ternyata menyampaikan materi pembelajaran dengan menarik, sehingga peserta didik merasa senang dan tertarik belajar Pendidikan Agama Islam. Hal lain yang penulis amati langsung pada saat mengajar Pendidikan Agama Islam, yaitu; guru membagi beberapa kelompok, kemudian guru memberikan tugas masing-masing kelompok. Dari tugas tersebut, mengamati peserta didik mengerjakan tugas tersebut dengan semangat dan terjalin kerjasama yang baik antar kelompok. 


Kesimpulannya bahwa kreativitas guru ditandai dengan adanya penerapan berbagai metode pembelajaran yang beragam dan membuat peserta didik semangat dalam belajar. Karena kreativitas guru dalam menggunakan metode pembelajaran sangat bergantung terhadap keberhasilan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. 

Beberapa proses pembelajaran yang diamati disekolah, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di kelas dengan mengunakan metode yang bervariasi dan memanfaatkan benda sebagai media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara khusus, dapat memberikan inspirasi kepada peserta didik untuk mengarahkan perhatiannya terhadap materi yang diajarkan. Dengan demikian, guru harus memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya sebagai media pembelajaran atau gambar-gambar atau merancang sendiri agar materi yang diajarkan kepada peserta didiknya dapat menarik perhatian. Sehingga dalam proses penilaian atau evaluasi guru mampu memberikan penilaian secara objektif kepada peserta didiknya.

Kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan peserta didik tidak hanya dilakukan didalam kelas tetapi kombinasi dengan memanfaatkaln lingkungan belajar di luar kelas. Pembelajaran di luar kelas (outdoor study) adalah salah satu metode pembelajaran yang aktivitas belajarnya berlangsung di luar kelas/sekolah seperti; taman, perkampungan, kebun dan lain-lain dengan tujuan untuk melibatkan pengalaman langsung serta menantang semangat petualangan siswa agar lebih akrab terhadap lingkungan dan masyarakat. 

Metode pembelajaran di luar kelas merupakan upaya mengajak lebih dekat dengan sumber belajar yang sesungguhnya, yaitu alam dan masyarakat. Siswa diarahkan untuk melakukan aktivitas yang bisa membawa mereka pada perubahan perilaku terhadap lingkungan sekitar. 

Berikut definisi dan pengertian pembelajaran di luar kelas dari beberapa sumber buku; Menurut Vera (2012), pembelajaran di luar kelas merupakan kegiatan belajar antara guru dan siswa, namun tidak dilakukan di dalam kelas, tetapi dilakukan di luar kelas atau alam terbuka sebagai kegiatan pembelajaran siswa. 

Dan nenurut Husamah (2013:19), pembelajaran di luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan. 

Semua hal di atas dilakukan sebagai ikhtiar guru dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka secara penuh 100persen, mengingat peningkatan mutu harus dilakukan dengan percepatan yang tersusun dan terorganisir. 

Bayang-bayang pandemi masih mengiring progress yang dilakukan ini bukan 
merupakan sebuah halangan justru menjadi sebuah tantangan untuk memberikan semangat yang pantang menyerah dalam mencari solusi yang terbaik, ikhtiar yang maksimal serta pelaksanaan yang gigih dan ikhlas dalam mencerdaskan peserta didik  sesuai dengan yang diamanahkan dalam tugas dan fungsi guru. 

Tetap mematuhi protokol kesehatan dan terus berinovasi dalam menghadapi perubahan kondisi dan jaman. Guru sebagai motivator, artinya guru sebagai pendorong peserta didik dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar peserta didik. Guru jangan kalah oleh pandemi, terus maju pantang mundur. 
 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SEMANGAT BARU MEMBANGKITKAN GAIRAH BELAJAR DAN MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PASCA PANDEMI COVID-19

Terkini

Topik Populer

Iklan