Cianjur – Jurnal News Site
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Oden Haryadi, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025–2026 pada Rabu, 25 Februari 2026, bertempat di Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur desa.
Reses merupakan kewajiban konstitusional anggota dewan untuk kembali ke daerah pemilihan guna mendengarkan, menampung, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah daerah maupun provinsi. Selain itu, reses juga bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan sinergi antara legislatif dan masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Dalam dialog terbuka bersama warga, sejumlah usulan prioritas disampaikan oleh masyarakat Desa Babakancaringin, di antaranya:
Pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) di Kampung Tipar RT 002/002 dengan panjang ±300 meter dan tinggi 1,5 meter.
Pembangunan Jalan Desa/Jalan Lingkungan di Kampung Mekarsari RT 003/008 sepanjang ±500 meter dengan lebar 3 meter.
Pembangunan Jalan Desa/Lingkungan di Kampung Pamekaran RT 004/003 sepanjang ±700 meter dengan lebar 3 meter.
Pembangunan Jalan Desa/Lingkungan di Kampung Cisirih RT 002/005 sepanjang ±350 meter dengan lebar 3 meter.
Pembangunan Jalan Setapak di Kampung Ciwalen RT 001/008 sepanjang ±1.500 meter dengan lebar 1,2 meter.
Pembangunan Irigasi/Tanggul Jebol Kawasan Provinsi di Kampung Peundeuyraweuy RT 001/003 dengan kisaran anggaran sekitar Rp1 miliar.
Warga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan TPT sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meminimalisir risiko longsor. Sementara itu, perbaikan irigasi dan tanggul jebol dinilai sangat mendesak demi menjaga ketahanan pertanian dan mencegah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Dalam sambutannya, H. Oden Haryadi menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan di tingkat provinsi. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawal proses pembangunan dan menjaga hasilnya secara bersama-sama.
“Kehadiran kami melalui reses ini bukan hanya seremonial, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan suara masyarakat benar-benar diperjuangkan,” ujarnya.
Kegiatan reses berlangsung dengan penuh antusias dan diakhiri dengan sesi diskusi serta peninjauan langsung ke beberapa titik lokasi yang diusulkan masyarakat.
Dengan adanya Reses II ini, diharapkan aspirasi warga Desa Babakancaringin dapat segera ditindaklanjuti demi terwujudnya pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.





