Cianjur,-Jurnal News Site.
- pondok pesantren adarusiah, desa padaluyu, kecamatan Cikadu. Akibat kekeringan yang berkepanjangan, para santri terpaksa bertahan hidup dengan menggunakan air yang tidak layak pakai serta memanfaatkan fasilitas mandi seadanya.Selasa.15 September 2026 .
Kondisi geografis dan minimnya infrastruktur sumber air bersih membuat pihak pesantren kehabisan opsi. Air sumur yang biasanya diandalkan kini telah mengering total. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti berwudu, mandi, mencuci, dan buat memasak para santri terpaksa mengambil air dari sisa sisa aliran sungai kecil atau kolam yang kondisinya sudah keruh dan berwarna kecoklatan.
Kondisi memperihatinkan ini diperparah dengan fasilitas yang sangat terbatas, guna menyiasati ketiadaan kamar mandi, pihak pesantren bersama para santri bergotong royong membuat tempat mandi darurat. Berbekal tiang bambu seadanya dan dinding penutup dari lembaran terpal, tempat mandi itu kini menjadi satu satunya sarana utama bagu ratusan santri untuk membersihkan diri.
Pihak pengelola pondok pesantren adarusian utad darus berharap adanya perhatian dan bantuan nyata dari pemerintah daerah maupun para dermawan, khususnya dalam penyediaan bantuan air bersih siap pakai serta pembangunan sumur bor dalam agar para santri dapat beribah dan belajar dengan layak di tengah hantaman musim kemarau.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karna fasiltas mandi di lngkungan pondok lokasi tempat mandi tersebut juga berada cukup jauh dari area utama pondok pesantren, sehingga para santri harus menempuh jarak tertentu untuk melakukan aktivitas mandi.
Kondisi ini dikhawatirkan dpat berdampak terhadap kesehatan dan kenyamanan para santri terutama jika berlangsung dalam waktu lama air yang tidak memenuhi standar kebersihan berpotensi menumbulkan berbagai masalah kesehatan bagi para santri.



