CIANJUR — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi I, H. Oden Haryadi, S.H., M.H., menggelar kegiatan DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Pentingnya Pendidikan Demokrasi dalam Menghadapi Era Digital”, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di SMK Al-Munawwarah.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai nilai-nilai demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta pentingnya berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah perkembangan teknologi digital.
Pendidikan Demokrasi Dimulai dari Sekolah
Pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang memahami hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, kesetaraan, serta partisipasi aktif dalam kehidupan politik. Pendidikan ini perlu dimulai dari lingkungan sekolah dan dilanjutkan di tengah masyarakat.
Perkembangan era digital telah membawa perubahan besar dalam komunikasi, partisipasi politik, dan akses informasi. Karena itu, pendidikan demokrasi perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar masyarakat mampu memanfaatkan ruang digital untuk memperkuat keterlibatan demokratis, bukan justru menguranginya.
Kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat sipil juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung tumbuhnya kesadaran demokrasi dan kemampuan berpartisipasi secara bertanggung jawab.
Menghadapi Tantangan Demokrasi di Era Digital
Pendidikan demokrasi di Indonesia semakin penting untuk menghadapi berbagai tantangan akibat perkembangan teknologi, seperti penyebaran berita bohong atau hoaks, polarisasi masyarakat, manipulasi informasi, serta ancaman terhadap privasi individu.
Melalui pendidikan demokrasi, peserta didik diharapkan mampu memahami informasi secara kritis, mengenali berita yang tidak benar, serta menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Sekolah memiliki peran strategis dalam mendidik generasi muda agar memahami nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab sebagai warga negara, dan pentingnya menjaga kehidupan masyarakat yang terbuka, setara, serta menghargai perbedaan.
Pendidikan dan Peran Tenaga Pendidik
Pengembangan kurikulum pendidikan perlu memperhatikan kebutuhan, potensi, minat, motivasi, serta perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Proses pembelajaran diharapkan mampu mengembangkan kecerdasan spiritual, sosial, emosional, dan intelektual sehingga menghasilkan prestasi akademik maupun nonakademik yang optimal.
Di era digital, tenaga pendidik juga dituntut semakin inovatif dan kreatif serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Perubahan metode pembelajaran, dari pendekatan konvensional menuju pemanfaatan teknologi digital, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Tiga Peluang Memperkuat Demokrasi Digital
Dalam pembahasan pendidikan demokrasi di era digital, terdapat tiga peluang utama yang perlu diperhatikan.
1. Peningkatan Literasi Digital
Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif. Masyarakat perlu dibekali keterampilan mengenali hoaks, memahami cara kerja algoritma media sosial, serta melindungi privasi di ruang digital. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan terhindar dari manipulasi informasi.
2. Memperkuat Institusi Demokrasi
Modernisasi sistem pemilihan umum, termasuk upaya menjamin keamanan dan integritas pemungutan suara elektronik, serta penguatan lembaga pengawasan diperlukan untuk menghadapi tantangan digital. Langkah tersebut diharapkan memastikan teknologi dapat mendukung proses demokrasi yang aman, transparan, dan berintegritas.
3. Mendorong Partisipasi Politik yang Inklusif
Pemanfaatan platform digital yang mendukung dialog sehat dan partisipatif dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat serta terlibat dalam diskusi publik dan proses pengambilan keputusan politik. Dengan demikian, teknologi dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokratis.
Membangun Generasi yang Cerdas dan Bertanggung Jawab
Melalui kegiatan DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi Tahun 2026 ini, diharapkan peserta didik SMK Al-Munawwarah semakin memahami pentingnya nilai-nilai demokrasi serta mampu menghadapi perkembangan teknologi secara kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Pendidikan demokrasi yang didukung literasi digital, lingkungan sekolah yang kondusif, tenaga pendidik yang adaptif, serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajiban, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya demokrasi sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Reporter: Asep Ridwan
Jurnal News Site











