CIANJUR – JURNAL NEWS SITE
Ambruknya Jembatan Cipunaga yang menghubungkan Desa Kertamukti dengan Desa Hegarsari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mengganggu akses dan aktivitas masyarakat setempat. Menyikapi kondisi tersebut, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dengan memanfaatkan batang pohon kelapa agar akses penghubung antarwilayah tetap dapat digunakan.
Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebagai langkah sementara untuk membantu mobilitas warga di tengah keterbatasan infrastruktur. Inisiatif ini menjadi wujud kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi kerusakan fasilitas penghubung yang memiliki peran penting bagi kehidupan sehari-hari.
Keberadaan Jembatan Cipunaga selama ini menjadi salah satu akses penghubung bagi masyarakat Desa Kertamukti dan Desa Hegarsari. Ambruknya jembatan tersebut tentu berdampak terhadap kelancaran perjalanan warga, termasuk aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang membutuhkan akses menuju desa tetangga.
Meski jembatan darurat dari batang pohon kelapa telah dibangun, aspek keselamatan pengguna tetap perlu menjadi perhatian. Kondisi batang kelapa yang digunakan sebagai pijakan berpotensi licin dan tidak stabil, terutama saat hujan atau ketika debit air meningkat.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jembatan darurat tersebut. Warga juga diharapkan tidak memaksakan diri menggunakan akses tersebut apabila kondisinya dinilai membahayakan keselamatan.
Masyarakat berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait segera melakukan peninjauan terhadap kondisi Jembatan Cipunaga. Langkah penanganan lebih lanjut, termasuk perbaikan atau pembangunan kembali jembatan secara permanen, dinilai penting agar akses penghubung antara Desa Kertamukti dan Desa Hegarsari dapat kembali berfungsi dengan aman dan layak.
Pjs. Kepala Desa Kertamukti, Rustandi, S.I.P., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan bentuk upaya masyarakat untuk mempertahankan akses penghubung antarwilayah sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, semangat gotong royong warga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat akibat kerusakan infrastruktur. Namun, keberadaan jembatan sementara tersebut tetap memerlukan perhatian agar keselamatan masyarakat yang melintas dapat terjaga.
Hingga diperlukan penanganan lebih lanjut, jembatan darurat berbahan batang pohon kelapa tersebut menjadi solusi sementara hasil swadaya masyarakat. Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar Jembatan Cipunaga kembali berfungsi secara permanen dan mampu menunjang aktivitas masyarakat dengan aman.
Reporter: Asep Ridwan
Jurnal News Site



