Jurnal News Site | 14 Februari 2026
CIANJUR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur tancap gas merealisasikan program penanaman 10.000 pohon di kawasan mata air dan bantaran sungai. Kecamatan Sindangbarang ditetapkan sebagai titik terakhir pelaksanaan program penghijauan pada bulan ini, Sabtu (14/02/2026).
Program ini ditegaskan sebagai langkah konkret dalam menghadapi kerusakan lingkungan, abrasi bantaran sungai, serta meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Penanaman difokuskan pada kawasan sumber mata air dan sempadan sungai yang dinilai rawan mengalami degradasi lingkungan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Iwan Permana, menegaskan bahwa gerakan tanam pohon merupakan komitmen ideologis sekaligus sikap politik ekologis dalam merawat pertiwi.
“Menanam pohon bukan sekadar seremonial. Ini adalah sikap politik lingkungan yang sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan. Ketika alam rusak, rakyat yang pertama terdampak,” tegasnya.
Rangkaian penanaman pohon dilakukan di enam titik strategis, yakni Mata Air Cimalanding di Kecamatan Cilaku, sempadan Sungai Cirata di Kecamatan Karangtengah, Mata Air Cinangsi di Kecamatan Haurwangi, bantaran Sungai Ciwalen di Kecamatan Sukaresmi, sempadan Sungai Rancalubang di Kecamatan Pasirkuda, serta bantaran Sungai Ciogong di Kecamatan Sindangbarang sebagai penutup kegiatan bulan ini.
Ribuan pohon dari berbagai jenis, seperti mahoni, jati, jabon, petai, mangga, serta tanaman buah dan tanaman keras lainnya, ditanam untuk memperkuat struktur tanah, menjaga debit air, serta memulihkan fungsi ekologis sungai dan mata air.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Cianjur, jajaran pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Cianjur, kepala desa setempat, perwakilan LMDH, tokoh masyarakat, serta para petani.
Keterlibatan lintas unsur ini dinilai menjadi kunci keberhasilan program agar penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan simbolis, melainkan berlanjut pada perawatan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Menanam pohon hari ini adalah investasi keselamatan lingkungan dan masa depan Cianjur,” pungkasnya.
Surya Saputra




