Total Pageviews

Iklan

Iklan

SMP Negeri 1 Cibeber Gelar Tradisi Papajar Sambut Ramadan

Jurnal News Site
Friday, February 13, 2026, February 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T05:42:49Z

 


JURNAL NEWS SITE

Cianjur, Jumat 13 Januari 2026

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, SMP Negeri 1 Cibeber, Kabupaten Cianjur, menggelar tradisi Papajar yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Papajar merupakan tradisi khas masyarakat Cianjur yang telah ada sejak abad ke-16. Istilah Papajar berasal dari kata mapag pajar (fajar), yang dalam bahasa Sunda bermakna menyambut terbitnya sesuatu. Jika fajar identik dengan terbitnya matahari, maka Papajar dimaknai sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan.

Wali kelas SMP Negeri 1 Cibeber menjelaskan bahwa tradisi Papajar biasanya dilakukan sekitar satu minggu hingga sehari sebelum Ramadan. Para siswa membawa makanan dari rumah, menggelar tikar di halaman sekolah, lalu makan bersama dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.


“Kegiatan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar karena dilaksanakan saat waktu istirahat. Selain makan bersama, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar siswa dan guru,” ujarnya.

Secara historis, tradisi Papajar bermula dari kebiasaan masyarakat Cianjur berkumpul di masjid untuk menantikan pengumuman awal puasa. Pada masa kepemimpinan Wiratanudatar II (1691–1707), masyarakat berkumpul di Masjid Agung Cianjur untuk mendengarkan pengumuman dari para ulama atau kiai tentang dimulainya ibadah puasa. Saat itu, masyarakat membawa makanan untuk disantap bersama setelah berdoa.

Tradisi tersebut terus berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah di Cianjur seiring waktu. Esensi utama Papajar adalah memohon doa, saling memaafkan, serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadan.

Selain Papajar, masyarakat Cianjur juga mengenal tradisi Munggahan. Berbeda dengan Papajar yang biasanya dilakukan bersama teman atau komunitas, Munggahan umumnya dilaksanakan bersama keluarga di rumah, tepat satu hari sebelum Ramadan tiba. Kata “munggah” berarti naik atau melangkah menuju bulan suci Ramadan.



Tradisi serupa juga terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Di Semarang, Jawa Tengah, dikenal tradisi Dugderan, sementara di Aceh terdapat tradisi Meugang. Keberagaman tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya Nusantara dalam menyambut bulan suci Ramadan.


Dengan dilaksanakannya kegiatan Papajar di SMP Negeri 1 Cibeber, diharapkan para siswa tidak hanya melestarikan budaya daerah, tetapi juga memahami makna spiritual di balik tradisi tersebut, yakni mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kesiapan diri dalam menjalankan ibadah puasa.

Surya Saputra

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SMP Negeri 1 Cibeber Gelar Tradisi Papajar Sambut Ramadan

Terkini

Topik Populer

Iklan