Palembang,-Jurnal News Site
Seorang pasien, iwan Kurnia (43), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan Apotik Manggha Mulia di Dempo, Palembang. Iwan mengaku dihadapkan pada situasi yang membingungkan saat membeli obat yang diresepkan oleh dokter spesialisnya.
Menurut Iwan, dokter yang merawatnya merekomendasikan Apotik Manggha Mulia karena harga obat yang lebih murah dan tidak akan diganti dengan obat paten lain. Namun, pengalaman Iwan di apotik tersebut justru berbeda.
Iwan menuturkan bahwa karyawan apotik tidak memberikan penjelasan yang memadai sebelum memberikan obat dan harga. Saat meminta nota pembelian, Iwan merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan oleh karyawan bernama Salsa.
"Saya diminta membayar tanpa penjelasan rinci tentang obat dan harga," kata Iwan.
Salsa, yang dihubungi oleh awak media, mengakui bahwa ia memang melayani Iwan, namun merasa bingung karena pasien meminta nota rinci setelah obat dan harga diberikan. Salsa juga menyatakan bahwa sebelumnya, pasien telah dilayani oleh temannya, Suci.
Iwan merasa tidak puas dengan pelayanan Apotik Manggha Mulia dan menduga karyawan tersebut tidak transparan dan diskriminatif.
"Saya berharap Apotik Manggha Mulia dapat memperbaiki pelayanannya agar tidak ada lagi perlakuan kurang menyenangkan dan harga obat yang tidak jelas," tegas Iwan.
Apotik Manggha Mulia sudah memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa harga obat telah dijelaskan kepada Iwan sebelumnya dan Iwan telah setuju dengan harga tersebut.
Namun, Iwan masih berharap agar Apotik Manggha Mulia dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi, terutama dalam memberikan nota pembelian obat yang terperinci.
Kontributor: tim jurnal news site. Plg /SS/




