Sampit, Jurnalnewssite – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit kembali menunjukkan kepeduliannya melalui Program Pelindo Berbagi Ramadhan 1447 H / 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar pelabuhan.
Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang, Tri Purbo Waluyojati, menyampaikan bahwa Program Pelindo Berbagi Ramadhan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar pelabuhan.
“Melalui Program Pelindo Berbagi Ramadhan 1447 H/2026 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata serta menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam program tersebut, Pelindo Regional 3 Sampit menyalurkan 725 paket sembako, 400 paket takjil, serta santunan kepada 50 anak yatim. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Pelindo Regional 3 Sampit.
Bantuan sembako disalurkan kepada TKBM Karya Bahari dan warga RW 1 Mentawa Baru Hilir. Paket takjil diberikan kepada Mesjid Medinatul Al Mubarokat/Langgar Kota, sementara santunan anak yatim diserahkan kepada Yayasan Putra Borneo.
Secara keseluruhan, Program Pelindo Berbagi Ramadhan tahun ini di wilayah Regional 3 mencakup penyaluran 22.700 paket sembako gratis, 13.000 paket takjil Ramadhan, serta santunan kepada 1.845 anak yatim.
Selain berbagi dengan masyarakat, pada kesempatan yang sama Pelindo Regional 3 Sampit juga menyerahkan 63 seragam dan 63 kartu identitas (ID Card) kepada porter TKBM yang bertugas di Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit.
Pemberian seragam dan identitas resmi ini bertujuan sebagai tindak lanjut standarisasi pelayanan di Terminal Penumpang
“Penyerahan seragam dan kartu identitas inisebagai bagian langkah kita utk meningkatkan kualitas pelayanan agar ada keseragaman dalam standarisasi pelayanan sebagaimana yang sudah ditentukan oleh management,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 3 Sampit menegaskan peran perusahaan tidak hanya sebagai operator pelabuhan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitar. (Ariyanto)



